Motivasi

Rabu, 29 Maret 2017

Apakah motivasi Itu?

Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku Artinya, yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. 


Perspektif tentang Motivasi 
Terdapat empat perspektif: behavioral, humanistis, kognitif, dan sosial
Perspektif Behavioral

 Perspektif behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak tepat. Insentif yang diberikan guru dikelas antara lain nilai yang baik.
Perspektif Humanistis.

Perspektif humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka Dan kualitas positif (seperti peka terhadap orang lain). Perspektif ini berkaitan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. Menurut hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut :
-     
      -      Fisiologis: lapar, haus, tidur
-      -   Keamanan (safety): bertahan hidup, seperti perlindungan dari perang dan kejahatan
-      -   Cinta dan rasa memiliki keamanan (security, kasih sayang, dan perhatian dari orang lain.
-      -  Harga diri menghargai diri sendiri
-       - Aktualisasi diri realisasi potensi diri. 

Perspektif Kognitif.

Menurut perspektif kognitif, pemikiran murid akan memandu motivasi mereka. Belakangan ini muncul minat besar pada motivasi menurut perspektif kog nitif (Pintrich & Schunk, 2002). Minat ini berfokus pada ide- ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu atribusi mereka sebab-sebab kesuksesan (persepsi tentang dan kegagalan, terutama perspesi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi), dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka secara efekttif.

 Perspektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan perspektif behavioris memandang motivasi murid sebagai konsekuensi dari insentif eksternal, sedangkan perspektif kognitif berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusnya tidak dilebih-lebihkan. Perspektif kognitif merekomendasikan agar murid diberi lebih banyak kesempatan dan tanggung jawab untuk mengontrol hasil prestasi mereka sendiri .

Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.w. White (1959), yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka memproses informasi secara efisien. White mengatakan bahwa orang melaku kan tersebut bukan karena kebutuhan biologis, tetapi karena orang punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif.

Perspektif sosial

Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman. Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Misalnya, murid mungkin belajar keras menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik. Perspektif behavioral menekankan arti penting dari motivasi ekstrinsik dalam prestasi ini, sedangkan pendekatan kognitif dan humanistis lebih menekankan pada arti penting dari motivasi intrinsik dalam prestasi.

Motivasi intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri. Misalnya, murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu. Bukti terbaru mendukung pembentukan iklim kelas di mana murid bisa termotivasi secara intrinsik untuk belajar. 
Determinasi Diri dan Pilihan Personal

Salah satu pandangan tentang motivasi intrinsik menekankan pada determinasi diri. Dalam pandangan ini murid ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri, bukan karena kesukesan atau imbalan eksternal. 

Pengalaman optimal.

Mihaly csikszentmihalyi (1990, 1993, 2000; Nakamura dan csikszentmihalyi, 2002) juga mengembangkan ide yang relevan untuk memahami motivasi intrinsik. Dia mempelajari pengalaman optimal dari orang-orang selama lebih dari dua dekade. Orang melaporkan bahwa pengalaman optimal ini berupa perasaan senang dan bahagia yang besar. Csikszentmihalyi menggunakan istilah flow untuk mendeskripsikan pengalaman optimal dalam hidup. Dia menemukan bahwa pengalaman optimal itu kebanyakan terjadi ketika orang merasa mampu menguasai dan berkonsentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas. Dia mengatakan bahwa pengalaman optimal ini terjadi ketika individu terlibat dalam tantangan yang mereka anggap tidak terla sulit tetapi juga tak terlalu mudah.

Anggapan tentang level tantangan dan keahlian dapat menghasilkan hasil yang berbeda-beda. Flow paling mungkin terjadi di area di mana murid ditantang dan menganggap diri mereka punya keahlian yang tinggi. Ketika keahlian murid tinggi tetapi aktivitas yang dihadapinya tidak menantang, hasilnya adalah kejemuan. Ketika level tantangan dan keahlian adalah rendah, murid merasa apati. Dan ketika murid menghadapi tugas sulit yang dirasa tidak bisa mereka tangani, maka mereka merasa cemas.

Imbalan ekstrinsik dan motivasi instrinsik

Di mana tujuannya adalah mengontrol perilaku murid. Ketika imbalan yang ditawarkan memberi kan informasi tentang penguasaan keahlian atau kemampuan, murid akan merasa kompeten dan bersemangat. Poin penting di sini adalah bahwa bukan imbalan itu sendiri yang menyebabkan efek, tetapi tawaran atau ekspektasi atas hiah yang memberikan efek. Imbalan yang digunakan sebagai insentif menimbulkan persepsi bahwa perilaku murid disebabkan oleh imbalan eksternal, bukan oleh motivasi dalam diri murid untuk menjadi pandai. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS